·

UPACARA BENDERA 17 AN PERTAMA DI TAHUN 2024, IRUP BACAKAN AMANAT PANGLIMA TNI

Upacara Bendera 17 an Pertama di Tahun 2024, Irup Bacakan Amanat Panglima TNI

Prajurit dan PNS Puspenerbad beserta Satuan jajaran yang berada di Wilayah Tangerang dan Jakarta melaksanakan upacara bendera 17 an pertama tahun 2024 ini, bertempat dilapangan upacara Mako Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Rabu (17/1/202)

Pada upacara bendera 17 an pertama tahun 2024 ini, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Komandan Pusat Penerbangan TNI AD (Danpuspenerbad) Mayor Jenderal TNI Toto Nugroho,S.I.P., M.Si. dan Komandan Upacara (Danup) Kabag Anev Dalproggar Sdirbinrenproggar Letnan Kolonel Cku Andreas Danurseno, sedangkan penjabat Perwira Upacara (Paup) Kapten Cpn Sirait.

Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si, yang dibacakan Danpuspenerbad Mayjen TNI Toto Nugroho, menyampaikan, ucapan terimakasih kepada seluruh pihak karena telah mampu menyelesaikan Program kerja dan Anggaran tahun 2023 dengan baik. Apabila ada hal-hal yang menjadi kendala dapat dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan Progja tahun 2024.

Lebih lanjut disampaikannya, pada tahun 2024 ini kita mempunyai tantangan untuk mengawal dan menyukseskan pesta demokrasi dalam rangka Pilpres, Pilleg, dan Pemilukada. Sesuai amanat undang – undang nomor 34 tahun 2024 TNI memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas nasional sehingga kita harus memastikan agar agenda politik nasional ini dapat berjalan dengan aman dan damai.
“Saya Perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas TNI yang telah di tentukan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga TNI menjadi korban adu domba dan dibenturkan dengan masyarakat maupun pihak-pihak lain”. Tegasnya

Diakhir amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa segenap Prajurit dan PNS TNI harus meneguhkan integritas dan menjaga citra institusi TNI dimata masyarakat, hal itu dapat diinplementasikan melalui ketaatan pada aturan dan nilai – nilai etika, untuk membangun citra positip sebagai penjaga pertahanan negara. Pelanggaran hukum seperti narkoba, perkelahian dengan masyarakat,main hakim sendiri, curanmor, insubordinasi dan lain sebagainya dapat menggoyahkan pondasi kepercayaan masyarakat dan merugikan reputasi TNI.

“Dengan semangat disiplin dan dedikasi yang tinggi yang menjadi jati diri TNI, marilah bersama-sama mengukir prestasi gemilang untuk bangsa indonesia. Jadilah prajurit TNI yang PRIMA ( Peofesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif ) dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI agar TNI senantiasa sebagai benteng pertahanan yang kokoh dan perekat keutuhan bangsa Indonesia”. Ungkapnya. ( Pen Puspenerbad )