·

Skadron-21/Sena Puspenerbad Selenggarakan Manasik Haji Bagi Anak-Anak Usia Dini

JAKARTA, tniad.mil.id – Skadron-21/Serba Guna (Sena) Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kecamatan Ciputat Timur, menyelenggarakan peragaan manasik haji bagi anak-anak usia dini bertempat di lapangan bola Skadron-21/Sena  Pondokcabe, Tangerang Selatan. Kamis (15/9/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan salah satu rukun islam, memotivasi anak-anak usia dini agar lebih memahami ajaran Islam serta sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa dan generasi islam di lingkungan wilayah Satuan.

Komandan Skadron-21/Sena Puspenerbad Letkol Cpn Gatot Dwi Nugroho mengatakan bahwa pemberian pengetahuan agama termasuk pengenalan manasik haji bagi anak-anak usia dini sangatlah baik terutama sejak masa-masa pertumbuhan awal anak, saat masih di kandungan dan dilanjutkan pada umur 0  hingga 12 tahun.

“Kita tahu bahwa pelaksanaan manasik haji itu sendiri banyak mengandung nilai-nilai religi, moral, sosial serta kedisiplinan. Sehingga hal itu sangat baik bagi seorang anak usia dini sebagai bekal masa remaja dan setelah dewasanya nanti. Pelaksanaan haji itu sendiri merupakan perintah agama sebagai rukun islam yang kelima,” ujarnya.

“Seorang anak yang pada masa-masa emas tersebut bila tidak mendapatkan didikan agama dan tidak pula mempunyai pengalaman keagamaan, maka dapat dianalogikan setelah dewasa nanti akan cenderung kepada sikap negatif terhadap agama, pada tatanan kehidupan sosial, bahkan pada dirinya sendiri,” tambahnya.

Pelatihan manasik haji bagi anak TK dapat dipandang sebagai bentuk permainan, yaitu permainan peran yang mengasyikan anak, di mana anak berperan sebagai seorang muslim yang benar-benar sedang melaksanakan ibadah haji yang sebenarnya dengan membuat ornamen kabah seperti yang di Makkah.

“Manasik Haji sebagai aktivitas simulasi, aktivitas permainan pura-pura, maka manasik haji TK, sekalipun sederhana dan simpel bagaimanapun akan dapat memberikan dampak positif sebagaimana manasik haji yang sesungguhnya yang dilakukan para muslim dewasa,” tutupnya

Kegiatan peragaan manasik haji tersebut diikuti 500 anak-anak dari beberapa TK di wilayah Ciputat Timur, mereka didampingi para guru TK masing-masing,

Selanjutnya anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan manasik haji dengan senang hati dan gembira, terlihat dari antusias mereka yang mengikuti semua rangkaian kegiatan manasik haji tersebut tanpa merasa lelah, meskipun dilaksanakan di lapangan di bawah terik panas matahari. (Dispenad)