·

Bandar Udara Puspernebad Pondok Cabe Resmi Beroperasi Komersil

Jakarta, IDM – Bandar udara militer Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspernebad) di Pondok Cabe, Tangerang resmi beroperasi untuk komersil. Pembukaan ditandai dengan penerbangan perdana Wings Air Rute Pondok Cabe-Purbalingga (PP) yang diikuti oleh Wadanpuspenerbad Brigjen TNI Achdwiyanto Yudi Hartono, Jumat, (5/8).

Sejak Perang Dunia II, Bandara Pondok Cabe sudah merupakan tempat penting bagi pasukan sekutu ketika menghalau laju invasi Jepang di Indonesia. Bandara ini memiliki landasan pacu berukuran lebar 45 meter dan panjang 2.500 meter.

Dikutip dari laman tniad.mil.id, pentingnya Bandara Pondok Cabe terbukti dari penempatan pesawat tempur sekutu ketika itu. Pesawat tempur yang ditempat di sana, yakni jenis jet tempur taktis sekutu, seperti Hawker Hurricane dari Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force atau RAF), Bomber Torpedo Fairey Albacore, dan Vickers Vildebeest. Pesawat tersebut ditempatkan di sana dalam jumlah yang tidak sedikit di bawah Skuadron 36 dan 100 RAF.

(Dispenad)

Dulu, Bandara Pondok Cabe digunakan sebagai pangkalan militer di masa Perang Pasifik. Pada 1942, pasukan sekutu yang tiba di Jawa membuat rencana pertahanan udara. Dalam rencananya, mereka menyiapkan sejumlah lapangan terbang yang berisi 32 pesawat tempur di Jawa Barat. Salah satunya yang terletak di Tangerang, Banten, yaitu Bandara Pondok Cabe. Bandara ini dirasa cocok karena tersamarkan oleh kerimbunan rumput dan pohon besar yang mengelilingi sekitarnya.

Sayangnya, rencana tersebut harus berubah. Jepang telah menyerang pulau Sumatera yang membuat Bandara Pondok Cabe hanya menerima 25 unit Hawker Hurricane RAF. Namun, sebagian besar pesawat tempur tersebut belum siap untuk beroperasi.

Pada akhirnya, Jepang pun menyerah dan membuat Bandara Pondok Cabe dipegang kembali oleh Belanda sampai Agresi Militer Sekutu berakhir pada Desember 1949. Barulah dari sini, bandara di Indonesia dinasionalisasi oleh TNI Angkatan Udara, termasuk Bandara Pondok Cabe.

Saat ini, Bandara Pondok Cabe dikenal sebagai markas homebase dari maskapai penerbangan Pelita Air Service yang merupakan anak perusahaan dari PT. Pertamina sekaligus sebagai pengelola bandara ini. Selain itu, bandara ini juga menjadi pangkalan udara untuk Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), dan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud).

Bandara Pondok Cabe hanya melayani penerbangan untuk pesawat jenis ATR 72 atau baling-baling. Dilansir dari laman atr-aircraft, pesawat jenis ATR 72 merupakan pesawat penumpang regional dengan jarak tempuh singkat. Pesawat ini beroperasi menggunakan mesin twin-turboprop yang menampung 78 penumpang dan 2 kru penerbangan. Untuk pesawat dengan badan besar hasil produksi Airbus dan Boeing, tidak bisa diterbangkan di Bandara Pondok Cabe. Akibatnya, pesawat tersebut hanya diterbangkan di bandara terdekat Pondok Cabe, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (rr)